Senin, 27 Mei 2013

Allah..I need You

Big girls dont cry...
Then I'll be the big cry baby girl

Sometimes when i try to take  a step forward
Suddenly the obstacle come out and hit me back

Makes me rewind
What was so wrong in the plan

And ive no idea
except...this is me the big mistake

Looking the bright blue out there
A kite that flew..up up away

Maybe it just wanna release from the string
And fly wherever the wind blow it away

Because theres no different even when you can touch the cloud
If your feet still in the ground..and your hand still bound

Run..run away from the very habitual
The rewind that force me to always stoop ones head

But still here..in my suspicion
Suddenly my mouth wispering...Allah..I need You..

Rabu, 22 Mei 2013

Derap Maju

Selalu ada langkah kaki ke depan setelah perhentian yang sesaat
Layaknya kesempatan kedua pada matahari di esok terbitnya

Jelaga malam bahkan mampu tidak bergeming
Hanya dengan nyala lentera
Sekecil apapun bias nya


Hidup memang hanya sekali...
Layaknya  nafas yang tidak akan pernah sama di tiap hembusnya
Apa yang sudah lalu tidak akan pernah kembali betatapun daya upaya
Dan memperbaiki untuk yang ke depannya akan lebih bijak

Bukannya semua akan terasa lebih ringan
Tapi mengecilkan pikiran yang buruk dan segera melewatinya itu ...kupikir lebih mudah
Seperti tidak menyukai pinggiran pada roti tawar namun harus tetap menghabisinya
Hidup adalah menikmati pahitnya sekalipun
Dan orang di sekelilingmu lah air penawarnya..

Senin, 29 April 2013

Breakable

I live in my confusion
either run away or close
everything just feels gloomy

moody
even as the sun continues to shine
why light does not give any indication
all felt softly lit
queasy

already very tired
approached everything in away
as having the same polarity to all of the more away

pain
it was very painful
no way out even just to pretend
every other word that shoutout not only the moans and tears

I'm increasingly fragile
even without any wind will broken
fall

Minggu, 24 Maret 2013

Mamak...

Im a big girl but still sleep with my mamak.

Every time  when Im afraid to go sleep alone, I always sulk on her just to ask her sleep with me.

now...like every time..she is sleeping next to me.

Im watching up her back. 

Seen on my eyes her white hair that almost covered her black curly hair..

Her cheek no longer fat and tough

I remember when I was a little girl...I was like to pinch my mamak's cheek right when she was sleeping..

And she would wake up and beat me to sleep too..It was funny..and happy

And now Im just looking deeper into her back..I wont pinch her again and disturb her sleep.

In fact...my tears come out without permission..

How could I am. With this age...still never give mamak thing that make her proud to have me.

Thing that make her no more suffer because of me as the reason

Every because that appear with it is me the reason for why

Mamak...please just beat me till I numb.

I cant be your best daughter, until this day...

How embarassing I am, the plan that I make always ended by never undone..

I dont know how you feel about me mamak...Dont know what u say to Allah every time you raise your hand

 when you pray about me...
Im the worst daughter mak...

But still I ask you one thing...the only one pray that I'll always shout to Allah...

Please be patient...and wait me to make you glad..to have me...

Mamak...you and Bapak...are the most reason that make me still fight for spirit.

Ayu...Ani...and Dika...are my amanah to be their leader..

So that I'll give to you...the recompensation of the day that I worry you about.

Allah...please hear my pray..



Rabu, 20 Maret 2013

Stuck

Sembari menatap semburat jingga di ufuk sana
Yang tak menyadari gulita yang sudah menyelubung
Teringat saat menatap sore yang sama
Kala itu masih dengan semangat
Dan terlalu lugu menganggap dunia
Realita fana

Seonggok otak yang tertanam
Seakan tak lagi punya daya
Karena semua yang ada hanya tembok tinggi
Penghalang, buntu...

Ingin biarkan semuanya berjalan 
Biar aturan semu tak terlihat dari dunia saja yang mengaturnya
Tapi ternyata semua tak sesederhana itu
Hidup kini bukan hanya merentangkan tangan sembari menghirup udara
Karena nafas yang sekiranya tak kau bayar
Mesti dipertahankan dengan darah dan keringat
Atau kau tak akan mendapatinya lagi

Aku keracunan
Hampir semaput dari asa
Bagai zombi berjalan
Belum menemukan penawarnya..



Rabu, 20 Februari 2013

elegi

manusia dan kisahnya...
mereka fana tapi mampu membuat kenangan yang sejati
manusia dan kisahnya...
karena keterbatasan selalu mampu mencari jalan keluar yang lebih dari standar


Selasa, 19 Februari 2013

SWIRL

Saya berada di keramaian. Ramai dan tidak seharusnya merasa sepi. Namun bahkan posisi duduk terbaik pun tidak sanggup mengubah semangat menjadi sedikit terpompa untuk membuat sekelumit canda, kembali membadut.
Mata ini terus memandangi mereka-mereka dan mendengar semua celoteh yang keluar dari para mereka yang "entah" sedang bahagia atau "mungkin" juga tengah menutupi segala kegundahan hidup yang menyiksa batin.
Saya tertawa pada candaan yang terasa agak geli di perut. Namun tawa itu bahkan cuma sekulum senyum yang terpaksa terukir akibat rasa tidak enak jika tidak dilakukan. Saya dengan semua penampakan yang terlalu terbaca, kali ini tidak ingin mereka menyadari ada segunung hal yang memberati otak.
Bukan karena sudah tidak percaya lagi pada mereka sebagai teman. Hanya saja...semua kata yang sekiranya keluar demi menggambarkan semua trouble maker ini adalah kata-kata yang sangat klise. Pengulangan kembali. Dan pasti akan terdengar juga nasihat-nasihat lama, klise, dan sama.
Entah...lalu mengapa masalah yang sama dan sebenarnya tidak pernah beranjak dari hidup yang makin biasa-biasa ini selalu mampu menghancurkan perlahan. Bagai kanker yang bahkan dengan kemoterapi pun tidak akan bisa kembali sembuh layak semula kala. Semua... makin terasa samar dan tidak terjangkau.

Rindu akan masa kanak-kanak yang terlalu lugu dan bodoh selalu saja terlintas. Di kepala yang sudah berumur dan seharusnya lebih bijak ini. Setidaknya dengan ketidaktahuan seperti masa kecil mampu membuat pikiran tidak lagi penuh akan "yang menurutku" hal yang klise namun memberatkan ini. Namun nyatanya, kebodohan yang di alami di saat dewasa terus saja menjadi beban akan segala keinginan yang tidak terpenuhi. Hidup layaknya kamus keluhan. Cari saja di tiap abjadnya, maka akan ditemukan semua dengan bentuk yang berbeda-beda.
Muak...sangat dan sudah tidak bisa lagi diteriakkan. Karena kerongkongan akan semakin tercekat dan suara yang di hasilkan hanyalah erangan semata. Diri seakan hanya menjalani hidup pada rotasi yang berputar sama. Tidak berwarna. Karena semua hanya terlihat abu-abu, pilu.

Ini diorama kesedihan. Bait-bait pesakitan.
Semua langkah ke depan hanya sampai di alam mimpi. Rencana-rencana yang tersusun bagai runut pelangi pun berakhir dengan coretan "UNDONE". Bahkan mengakui diri sendiri tidak berguna tidak lagi terasa memalukan dan menghancurkan harga diri. Semangat sudah menjadi asap yang terlihat dan akan segera menghilang di gerus angin masa. Asa hanyalah kepingan akal yang dibuat-buat.

Lalu..saya tidak perlu lagi mencari kambing hitam untuk di cap sumber dari segala masalah. Karena si biang keladi itu adalah saya.